Selasa, 13 Maret 2012

My School

  Setelah lama saya tidak meng- Update Postingan kini saya kembali muncul mungkin dengan hal yang berbeda, disini saya akan bercerita atau menceritakan sekolah saya :).
   Saya sekarang sedang bersekolah di SMP Pembangunan 1 Bogor, allhamdillah saya telah berada di tingkat akhir sekolah ini, dan sebentar lagi saya akan menghadapi ujian nasional semoga saja lulus.. amiiiin :).
   oleh sebab itu saya ingin mendapat adik adik kelas baru yang mungkin bisa merasakan enaknya sekolah disini, untuk lebih lanjut melihat update-an tentang sekolah saya terus kunjungi blog saya dan mebuka laman My School Of PESAT JHS diatas atau mengklik Link ini MY School:)

Rabu, 27 Juli 2011

Kebahagiaan Hidup

   Menurutmu apa yang bisa membuatmu Bahagia ? Apakah kejahatan ? kepintaran  ? atau Kecerdasan yang kamu milikki ?. Memang itu terkadang ada di fikiran kita sehingga kita menganggap semua itu kebahagiaan, kebahagian adalah dimana kita merasakan kesenangan, canda tawa dan sebagainya yang bisa membuat hati kita nyaman dan senang, lalu bagaimana kita bisa membuat semua itu terjadi ? Orang orang disekitar kita lah yang dapat membuat semua itu terjadi.... Teman, sahabat , orang tua, guru, dan saudara kita yang dapat membuat kita bahagia, Dan bagaimanakah Cara mendapatkan kebahagiaan ? Semua dapat didapat ketika kita berlaku baik, sopan, dan tentunnya akhlak kita yang dapat membuat kita akan selalu ada dijaln kebaikan.
   Berdoa dan shalat pun bisa membuat kita selalau berada di jalan kebaikan karena Kebahagiaan kita juga ada di tangan ALLAH, tuhan kita yg selalu meberi kita kebahagiaan kapanpun Allah mau, Kebahagian itulah yg patut untuk menjadi motivasi hidup Dan akhlak pun diutamakan untuk menjadi manusia yang tangguh bahagia dan taat Pada perintah - NYa.
    Di salah satu sekolah swasta unggulan di kota Bogor yaitu SMP Pembangunan 1 Kota Bogor, sekolah ini patut ditiru karena memiliki VISI "Terwujudnya siswa yang berAKHLAK MULIA, maju, cerdas dan terampil". hal ini harus di contoh karena akhlak mulia dapat mendatangkan kebahagian, kesuksesan dan selalu dilindungi ALLAH Swt, dan akan selalu mendapat pertolongan kapanpun dibutuhkan, Insyaallah..

Itulah kebahagian yang harus dimiliki umat manusia... :) tetap semangat !!!

Antara Shalat dan Prestasi


  Sholat adalah salah satu bentuk ibadah yang paling vital dan utama setelah seseorang mengikrarkan syahadat atau berada di dalam Islam. Sholat menjadi tumpuan bagi seluruh aktivitas ibadah umat muslim. Sholat juga memegang kendali yang sangat kuat terhadap seluruh aspek kehidupan seorang muslim. Dan percaya atau tidak percaya, ternyata sholat pun memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi seorang muslim.
Sebelumnya, perlu kami sampaikan bahwa prestasi yang dimaksud dalam Islam bukanlah sebatas prestasi akademis yang ditunjukkan oleh nilai atau nominal tertulis saja. Prestasi di dalam Islam adalah kualitas kehidupan yang dijalani oleh seseorang, yang mencakup cara hidup dan hasil dari aktivitas kehidupannya tersebut. Namun, prestasi tersebut pun kemudian juga dapat memompa nilai akademis dalam bentuk nominal tertulis, maupun nilai-nilai kepribadian yang tidak tertulis, misalnya budi pekerti dan akhlak orang tersebut.
Coba kita renungkan sejenak firman Allah swt berikut:
“Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut : 45)
Lihatlah betapa sholat memiliki peranan penting dalam aktivitas kehidupan sehari-hari seorang muslim. “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar”, dengan kata lain dapat dikatakan bahwa sholat merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk membawa seseorang atau suatu umat menuju kepada kemulian, perbaikan, segala sesuatu yang bernilai baik. Maka di sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa sesungguhnya sholat itu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan prestasi dalam kehidupan seorang muslim.
Setelah kita peroleh kesimpulan di atas, mungkin akan ada pertanyaan menyusul  mengenai “benarkah sholat dapat meningkatkan prestasi seseorang?”“mengapa sholat dapat meningkatkan prestasi seseorang?”, dan “bagaimana sholat dapat meningkatkan prestasi seseorang?”.
Di sini, kami akan mencoba untuk mengupas dan menjawab ketiga pertanyaan di atas secara langsung, dalam satu rangkaian jawaban, tidak terpisah-pisah. Karena, pada dasarnya pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan satu kesatuan yang saling berkait.
Insya Allah “BENAR”, bahwa ibadah sholat dapat meningkatkan prestasi seorang muslim yang mengistiqomahkannya dengan ikhlas, baik dan benar. “Mengapa dan bagaimana?”, karena di dalam sholat terdapat beberapa hal yang bersifat mendidik. Unsur-unsur mendidik yang terdapat di dalam sholat tersebut akan mendarah daging di dalam jiwa dan raga orang yang mengistiqomahkannya dengan ikhlas, baik dan benar. Kemudian, nilai-nilai yang telah mendarah daging tersebut akan memacunya kearah yang selalu positif dan lebih baik. Berikut ini adalah beberapa unsur mendidik  yang terdapat di dalam ibadah sholat.

Senantiasa mengajarkan kebaikan
“Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut : 45)
Melalui ayat di atas, dapat kita pahami dengan jelas bahwa Allah swt telah meyampaikan dengan tegas bahwa sholat dapat mencegah seseorang untuk melakukan perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Mengapa demikian? Karena,seseorang yang telah mampu mendirikan dan mengistiqomahkan sholat dengan baik dan benar, dengan khusyuk, maka ia akan selalu mengingat Allah swt. Ia akan selalu merasa bersama Allah swt. Kapanpun, di manapun, dan dalam aktivitas apapun,  ia merasa bahwa Allah swt senantiasa bersamanya, melihatnya, mendengarnya, dan mengawasinya. Kalau sudah demikian adanya, maka siapa yang akan berani untuk melakukan maksiat, perbuatan-perbuatan keji dan mungkar? Sebaliknya, ia akan senantiasa terdorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik atau amalan-amalan sholeh untuk mendapatkan rahmat dan ridho-Nya.

Menanamkan kedisiplinan
“… Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa : 103)
Tidak seorang muslim pun dapat mengerjakan sholat dengan semaunya sendiri, yang kapan ia mau maka saat itulah ia mengerjakan sholat. Sholat merupakan salah satu ibadah utama umat muslim yang memang sudah ditetapkan waktunya oleh Allah swt. Tidak ada yang dapat ataupun berhak untuk merubahnya.
Rasulullah SAW bersabda: “sholatlah seperti aku sholat.” (Al Hadits)
Hadits di atas juga menegaskan kepada umat muslim bahwa sholat merupakan satu ibadah yang terikat dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah swt dan Rasulullah saw. Aturan-aturan tersebut diantaranya adalah adanya rukun dan syarat sahnya sholat, hal-hal yang membatalkan sholat (perkara yang diharamkan untuk dilakukan ketika sedang sholat), hal-hal yang diwajibkan, dianjurkan dan disunnahkan untuk dikerjakan ketika sholat, dan lain-lain.
Dengan adanya aturan-aturan tersebut, maka diperlukan niat yang kuat dan kesungguhan hati yang mantap untuk mengistiqomahkan ibadah sholat dengan baik dan benar, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Tentunya, bagi mereka yang telah berhasil mematuhi segala aturan-aturan ketat yang terdapat di dalam ibadah sholat ini, kemudian mampu mengistiqomahkannya dengan baik dan benar, tentu saja akan tertanam kedisiplinan yang mantap dalam dirinya untuk senantiasa bertindak sesuai dengan aturan yang ada. Sikap disiplin akan mendarah daging dalam kehidupannya dan terealisasi dalam setiap aktivitasnya.

Menanamkan kebersihan
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (QS. Al Maidah : 6)
Melalui firman-Nya, Allah swt telah memerintahkan hambanya yang beriman untuk selalu bersuci terlebih dahulu ketika hendak mengerjakan sholat. Tentu saja perintah tersebut merupakan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seorang muslim sebelum ia mengerjakan sholat.
Sholat yang tidak didahului dengan bersuci (berwudhu atau bertayamum) tidak akan diterima oleh Allah swt. Sholat yang demikian tidaklah sah dan justru akan menimbulkan satu dosa bagi pelakunya.
“Allah tidak akan menerima shalat salah seorang dari kamu apabila telah berhadats hingga dia berwudhu.” (HR. Bukhari)
Mengenai perintah bersuci ini, Rasulullah saw juga telah bersabda bahwa bersuci adalah anak kunci dari ibadah sholat. Artinya adalah, bahwa pembukan dari sholat adalah dengan bersuci, untuk mengerjakan sholat harus didahului dengan bersuci terlebih dahulu.
“Anak kunci kepada shalat itu adalah bersuci” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Pada perintah-perintah bersuci di atas tentunya telah jelas bahwa sholat hanya boleh dikerjakan setelah seseorang bersuci, yaitu berwudhu atau bertayamum (jika berhadats kecil). Ini mengisyaratkan bahwa tidak boleh melakukan  sholat kecuali bagi orang-orang muslim yang berada dalam keadaan suci. Bersih dari segala bentuk kotoran dan hadas. Dari sini jelaslah bahwa Sholat mengajarkan umat muslim untuk senantiasa menjaga dan memelihara kebersihan, yang tentunya harus diaplikasikan dalam setiap aspek kehidupan, baik jiwa, raga, pakaian, makanan maupun tempat.

Melatih konsentrasi
Konsentrasi, terpusat, fokus, atau khusyuk, merupakan salah satu kunci keberhasilan bagi setiap aktivitas. Istilah itulah yang senantiasa ditekankan di dalam pelaksanaan sholat, yaitu khusyuk mengingat Allah swt semata, khusyuk disetiap bacaannya, dan khusyuk disetiap gerakannya. Ketika seseorang tengah mengerjakan sholat, maka ia dituntut untuk mengerahkan segenap jiwa, raga, pikiran, dan hatinya untuk bersatu dalam satu titik, yaitu mengingat Allah swt. Tidak diperbolehkan lagi melakukan kontak dengan hal-hal di luar unsur-unsur yang terdapat atau diperbolehkan di dalam sholat. Mengenai konsentrasi atau khusyuk di dalam sholat ini, Allah swt telah berfirman yang artinya:
“Beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya dan yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna”. (QS. Al Mukminun: 1-3)
Selain itu, Rasulullah saw juga telah bersabda mengenai betapa pentingnya unsur kekhusyuk-an di dalam sholat.
”Sholatlah seperti halnya sholat orang yang akan meninggal, yaitu seakan-akan engkau melihat Alloh. Jika engkau tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu.”(HR Thabrani, Ibnu Majah & Ahmad).
Tekanan untuk melatih kekhusyuk-an ini dilakukan oleh umat muslim setiap hari minimal sebanyak lima waktu, sesuai dengan lima waktu sholat fardhu. Dan latihan ini akan diperkuat lagi dengan melakukan sholat-sholat sunnah yang begitu banyak macamnya. Pelatihan di dalam sholat yang dilakukan setiap hari ini, bahkan berkali-kali dalam sehari tentunya akan membentuk pribadi yang memiliki tingkat konsentrasi yang baik dan semakin baik dalam kehidupannya. Dan hal ini tentu akan mejadi pendukung bagi seorang muslim dalam segala aktivitas kehidupan yang dijalaninya.

Membiasakan ucapan yang baik
Shalat adalah ibadah yang secara langsung berhubungan dengan Allah swt. Di dalam sholat tersebut terdapat bacaan-bacaan yang semuanya bernilai kebaikan. Kalimat-kalimat yang mulia berupa pujian, doa, dan pernyataan penghambaan.
Dengan selalu memuji kepada Allah, insya Allah akan menimbulkan sikap rendah hati. Kalimat yang berupa doa-doa sebagai cermin bahwa manusia adalah makhluk yang tidak memiliki daya dan upaya kecuali atas kehendak Allah swt semata. Tertanamnya bacaan-bacaan yang bernilai kebaikan dan kemuilaan tersebut di dalam hati seseorang, akan menjadikannya sebagai sosok yang selalu berhati-hati dalam berucap dan selalu menghindarkan diri dari sifat sombong, ujub, dan riya.

Mengajarkan kebersamaan dan persatuan


“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku”
 (QS. Al-Baqarah: 43).
“Suatu ketika datanglah seorang laki-laki buta kepada Rasulullah saw dengan tujuan untuk meminta keringanan dalam sholat berjamaah karena kebutaan yang ada pada dirinya. Lelaki yang buta tersebut berkata kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang yang buta, tidak ada seorang penuntun yang dapat menuntunku ke Masjid, maka bolehkah aku tidak sholat dengan berjamaah dan cukup bagiku sholat di rumah saja?” Seketika Rasulullah saw memberi keringanan kepada lelaki tersebut sebagaimana yang ia pinta, namun ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah saw memanggilnya kembali  dan bertanya kepadanya, “Apakah kamu mendengar adzan panggilan sholat?” Orang buta itu menjawab, “Ya”. Maka Rasulullah saw pun bersabda, “Kalau begitu, sambutlah (berangkatlah sholat berjamaah)” (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah yang jiwaku dalam genggamanNya, sungguh aku pernah akan menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan untuk shalat, lalu adzan pun dikumandangkan. setelah itu, aku menyuruh orang untuk menjadi imam shalat berjamaah. Lalu aku pergi ke rumah orang-orang yang tidak memenuhi panggilan shalat, dan aku bakar rumah mereka saat mereka berada di dalamnya. “ (HR. Bukhori Muslim).
“Karena itu shalatlah dengan berjamaah, karena srigala itu hanya menerkam kambing yang jauh terpencil dari kawan-kawannya (jamaahnya)” (HR: Abu Daud).
Di atas merupakan dasar-dasar yang menekankan pentingnya melakukan sholat berjamaah. Dengan demikian, jelaslah bahwa sholat pun mengajarkan kebersamaan, silaturahmi, dan memperkuat persatuan dan kesatuan antar sesama umat muslim.
Sholat berjamaah mengajarkan kepada umat muslim untuk memperkuat tali persaudaraan dan persatuan antar sesama umat muslim, tanpa memandang suku, budaya, kebangsaan, bahasa, warna kulit, latar belakang pendidikan, dan lain-lain. Sholat berjamah akan menyatukan semua perbedaan tersebut. Suku apapun, apapun warna kulitnya, apapun kebangsaannya, apapun bahasa daerahnya, apapun latar belakang pendidikannya, berhak untuk menjadi imam dalam sholat berjamaah, asalkan ia telah mampu memenuhi syarat-syarat sebagai imam (misalnya: hafal banyak surat di dalam Al Quran dengan bacaan yang tartil, mengerti banyak tentang sunnah, beragama Islam).  Dan setiap mereka yang menjadi makmum wajib mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya, tidak peduli apakah makmum tersebut seorang yang kaya raya, seorang jendral, atau presiden sekalipun.
Di dalam sholat berjamaah juga sangat ditekankan untuk meluruskan dan merapatkan shaf/barisan sholat. Ini merupakan satu isyarat yang senantiasa mengajarkan umat muslim untuk selalu memperkuat ukhuwah islamiyah-nya agar jangan sampai tercerai-berai.
Di sini dapat kita pahami bahwa sholat merupakan serangkaian ibadah utama bagi umat muslim yang di dalamnya sangat menjunjung tinggi adanya suatu ikatan persaudaraan dan persatuan yang kuat. Dengan demikian, seorang muslim yang senantiasa mengistiqomahkan sholat berjamaah dengan baik dan benar, niscaya akan tertanam di dalam dirinya jiwa persatuan yang sangat kuat, semangat persaudaraan yang tak pernah pupus, dan terus menguatnya rasa kebersamaan yang begitu hangat.

Melatih kejujuran
“Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut : 45)
Sekali lagi bahwa sholat merupakan salah satu rangkaian ibadah umat muslim yang berfungsi sebagai pencegah dari perbuatan keji dan mungkar, jika diistiqomahkan dengan baik dan benar, dan dilakukan dengan segenap jiwa dan raga secara menyeluruh dan ikhlas.
Sholat merupakan ibadah yang masing-masing jumlah rakaat-nya sudah ditetapkan, tidak ada yang boleh mengurangi ataupun menambahkannya. Dan ternyata, melalui jumlah rakaat tersebut kita dapat memetik satu hikmah yang sangat berharga, yaitu kejujuran. Sholat yang rakaatnya telah ditetapkan dan sudah tidak dapat diutak-atik tersebut ternyata secara tidak  langsung telah mengajarkan seorang muslim untuk senantiasa berlaku jujur, kapanpun dan dimanapun. Tidak ada seorang muslim yang mengerjakan sholat ‘ashar sebanyak dua atau tiga rakaat karena terburu-buru atau karena ia mengerjakannya ditempat yang tertutup. Dan tidak dibenarkan pula untuk menambahkan jumlah rakaat tertentu semau kita sendiri dengan tujuan agar mendapatkan pahala yang lebih banyak. Kapanpun dan dimanapun, pada waktu malam di dalam gua yang terasing sekalipun, mengerjakan sholat ‘ashar adalah empat rakaat, tidak lebih dan tidak kurang.
Meskipun sholat itu dikerjakan secara tersembunyi (tidak dilihat oleh orang lain), tetap saja rakaat yang boleh dikerjakan adalah yang telah ditetapkan. Tidak dibenarkan untuk menambahkan maupun mengkorupsikan rakaat tersebut.

Menghilangkan sifat malas
Sholat fardhu yang dilakukan sebanyak lima kali dalam sehari, sholat shubuh yang dilakukan pada bagi buta, sholat tahajud yang dilakukan di sepertiga malam manakala hampir setiap makhluk Allah swt tertidur, keutamaan sholat berjamaah di masjid, semua itu mengandung unsur-unsur yang mendidik bagi  seorang muslim. Untuk mengerjakan sholat-sholat tersebut harus melawan satu jenis penyakit yang banyak hinggap dan bersemayam di dalam dada manusia, yaitu rasa malas.
Mustahil bahwa di dalam diri seseorang tidak terdapat sifat malas. Dan hanya orang-orang yang mampu melawan sifat malas itulah, yang akan berhasil terbangun di sepertiga malam atau di pagi buta untuk sholat dan menemui Rabb-nya, Allah swt. Hanya orang-oran yang mampu mengalahkan penyakit malaslah yang mampu mengisitiqomahkan sholat lima waktu dengan baik dan benar. Hanya orang-orang yang berhasil melawan rasa malasnyalah yang istiqomah untuk melangkahkan kakinya ke masjid untuk melaksanakan sholat fardhu berjamaah.
Di sini dapat di ambil kesimpulan bahwa sholat dapat meningkatkan prestasi atau kualitas hidup seorang muslim, minimal mencetak umat muslim dengan kepribadian sebagai berikut:
  • Senantiasa mengajarkan kebaikan
  • Disiplin
  • Bersih
  • Penuh konsentrasi
  • Selalu bertutur kata yang baik
  • Selalu menjaga ukhuwah Islamiyah dan insaniyah
  • Jujur
  • Tidak malas (rajin)
Subhanallah! Betapa mulianya nilai dari ibadah sholat yang merupakan ibadah yang paling utama bagi umat Islam. Bukankah rangkaian kepribadian yang luhur di atas merupakan satu prestasi yang sangat gemilang di dalam kehidupan? Rasa syukur yang tak terhingga marilah sama-sama kita panjatkan  kepada Allah swt yang telah menempatkan kita semua di dalam koridor Islam.
Demikianlah artikel yang cukup sederhana ini, semoga dapat memberikan barokah dan maslahat bagi kita semua. Amin.

Minggu, 03 Juli 2011

Hidup & Sukses

  Terkadang kita berfikir, "Hidup kok gini gini aja sih ? ", atau mungkin kita berfikir "Ah, hidup tuh rasanya pengen mati !? ", dan lain sebagainya sering kita dengar di kalangan banyak orang yg sedang putus asa, atau sudah tidak ada semangat hidup. Tetapi hal itu sangat salah untuk diterapkan, karena HIDUP perlu disemangati... :) agar menjadi suatu jalan hidup yang  SUKSES... selama kita hidup ada beberapa kata yg mungkin teman teman pembaca tahu, HIDUP & SUKSES...keduanya harus kita gabungkan menjadi suatu pemikiran agar bisa menjadi SEMPURNA.. apa hidup itu ? dan apa sukses itu ?
HIDUP adalah dimana kita diberi akal, umur, fikiran, dan tubuh yang dapat digunakan untuk berbagai hal
SUKSES adalah Hasil yang kita lakukan selama kita menjalankan hidup dan tidak menyia - nyiakan hidup dengan hal hal yg tidak bermanfaat bagi kita kelak.
   Oleh karena itu, jika tidak Hidup (Tidak menggunakan wktu dengan baik ) maka tidak akan SUKSES atau sebaliknya jika Kita tidak SUKSES maka kita tidak pernah merasakan apa yang namanya hidup, kalau itu menurut saya, bagaimana menurut pembaca ? apakah beda dengan fikiran saya ? bisa komentar ko di Bawah ini jika punya pemikiran lain... oleh karena itu teruslah menyemangati diri sendiri agar hidup termotivasi dan belajarlah dari kesalahan yg kita buat, karena itulah yang akan membuat kita menjadi seorang yang SUKSES, Lalu katakan Bahwa.... WE CAN !!!... :) :) :)

Senin, 27 Juni 2011

Refresh on Holiday

   Liburan ini biasanya banyak orang yg pergi ketempat tujuannya masing masing, bagaimana denganmu ? apakah melakukannya juga ?... Liburan kalau menurut saya adalah waktunya untuk merefresh semua aktivitas yg telah kita jalani selama beraktikakvitas sehari hari, dan libur dapat berguna untuk melepaskan beban yg ada di fikiran atau mungkin menghilangkan stress dengan cara melakukan atau mendatangi tempat yang membuat kita merasa terhibur (Refreshing), hal itu membuat otak merasa Fresh atu segar dan siap untuk menjalankan aktivitas kembali, banyak orang yg memanfaatkan waktu liburan mereka dengan caranya masing masing, ada yg kumpul dengan komunitas atau organisasi, ada yg keluar kota atau Traveling, ada juga yg hanya bermain ke Mall atau kerumah teman. Hal apapun yg dilakukan selama itu membuatmu senag dan puas maka lakukanlah, dan itu pun termasuk meREFRESH pikiranmu, oleh karena itu... Keep Enjoy With Your Holiday... :)

Holiday

Halloo, wahhh tidak terasa waktu libur pun telah tiba yahhh... setelah kita menjalani aktivitas di sekolah maupun dimana mana.. tapi terkadang liburan terasa membosankan jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik, saya mempunyai beberapa tips yg bisa dilakukan pada saat liburan... Cekidot !!!

1. Buatlah Rencana Pada Beberapa Hari Sebelum liburan.

    Nah, terkadang kita bingung dengan apa yg harus atau akan kita lakukan pada saat liburan, sehinnga hal itu memebuat kita menjadi merasa BOSAN. Tetapi hal itu tidak akan terjadi jika kita telah merencanakan sebelumnnya. Rencanakanlah, akan melakukan apa kita ketika saat liburan atau ingin pergi kemana pada saat liburan, namun anak anak pun sering memikirkan hal itu dari jauh jauh hari tapi terkadang hal tersebut tidak tercapai, oleh karena itu kita harus menyiapkan rencana kedua atauuuu, kita bisa memikirkan bersama keluarga atau teman agar mendapatkan tujuan dan hal yang akan disepakati.

2.Susunlah Rencana liburan yang telah di Rencanakan
   Setelah merencanakan liburan, tentunya kita juga harus menyusun rencana tersebut agar berjalan dengan lancar, seperti barang bawaan, bekal di perjalanan, waktu berangkat, dan tempat dimana singgah. Hal ini hanya dilakukan jika kita ingin berpergian keluar kota atau perjalanan jauh.

3. Jalankan Rencana dan menikmatinya
    Ketika hari libura telah tiba kita pun menjalankan rencana berikut, agar perjalanan tersebut tidak memakan waktu yg begitu jauh dari yg kita kira, maka kita harus memperkirakan berapa jam / menit untuk sampai ditujuan, hal ini dilakukan agar dapat memperkirakan KEMACETAN pada saat liburan, oleh karena itu persiapkan segala hal yg diperlukan dalam liburan....

Hal ini hanya dilakukan untuk berpergian atau berpiknik jarak jauh...
...Happy Holiday..

Senin, 06 Desember 2010

Benarkah Jodoh Ditentukan Zodiak?


Lihat Gambar Entah itu ramalan zodiak ataupun shio, banyak orang selalu penasaran ingin tahu jodoh dan kehidupan asmara mereka. Namun benarkan aspek kehidupan cinta seseorang bisa ditentukan zodiak?
Menurut Dr David Voas dari Universitas Manchester, zodiac sama sekali tak memiliki pengaruh pada kehidupan asmara seseorang. Untuk menguji pendapatnya, David bersama tim dari Research Fellow, Centre for Census and Survey Research menganalisa hari kelahiran 20 juta pasangan suami dan istri di Inggris dan Wales.
Riset yang menggunakan data sensus tahun 2001 ini gagal membuktikan keterkaitan antara zodiak dan hubungan asmara maupun kehidupan cinta seseorang.

"Lebih dari 20 juta pasangan menikah di Inggris dan Wales, dan hampir sebagian besar memiliki pasangan yang tidak sesuai dengan unsur zodiak mereka. Jika ada kecenderungan ke arah sana, misalnya Virgo berpasangan dengan Capricorn, atau Libra dengan Leo, kita pasti melihat ada perubahan dalam statistik pernikahan tersebut," jelas David yang meyakini tak ada hubungan khusus antara seseorang dan zodiak.
"Jika kita memiliki 10 juta pasangan, dan hanya ada satu pasangan yang dipengaruhi rasi bintang dan memang berjodoh, kita masih butuh sekitar sepuluh ribu lagi pasangan yang memiliki kombinasi serupa. Tak ada bukti cukup untuk menjelaskan keterkaitan tersebut," tambah David seperti yang dimuat jurnal University of Manchester.
"Para ahli perbintangan menggunakan elemen-elemen perbintangan untuk meramal karakter seseorang. Namun yang dibicarakan oleh orang biasa adalah simbol-simbol matahari atau perbintangan, seberapa besar pengaruhnya, karena bagi sebagian orang hal tersebut masih kabur dan meragukan untuk menentukan pasangan jiwa mereka kelak. Prediksi tersebut bisa jadi justru menjadi pukulan pada keyakinan yang mereka anut," papar Dr Voas yang tak bermaksud merendahkan profesi para ahli astrologi populer seperti Mystic Meg, Russell Grant dan Jonathan Cainer, namun Voas lebih memperhatikan antusiasme publik pada ramalan perbintangan dengan garis jodoh mereka.
"Namun dari pencarian di mesin pencari Google, kata kunci 'cinta' dan 'astrologi' mencapai setengah juta, bahkan buku-buku yang mengangkat tema pasangan jiwa dan zodiak tulisan Linda Goodman salah satunya 'Sun Signs and Love Signs' terjual lebih dari 1 juta copy di seluruh dunia pada 40 tahun terakhir.
"Minat masyarakat yang tinggi terhadap horoskop semakin menguntungkan media, terutama untuk ramalan asmara, karena orang cenderung akan melakukan apapun, termasuk percaya dengan rasi bintang mereka," kata Doktor jurusan School of Social Sciences ini seperti dikutip physorg.com, akhir Maret 2007.
Sebelumnya, riset tentang ilmu perbintangan (astrologi) pernah dilakukan di Eropa, akan tetapi saat dilakukan test menguji para pakar astrologi, untuk mengetahui di mana letak posisi delapan planet-planet besar, ternyata 70 persen peramal tidak bisa mengetahui pengetahuan yang mendasar ini. Lalu, bagaimana mereka bisa menghitung dan mengartikan nasib orang lain, apabila letaknya saja tidak tahu.
Majalah Stern juga pernah melakukan tes pada semua ramalan para astrologi paling top di Eropa, ternyata dari hasil keseluruhan ramalannya selama satu tahun hanya 3 persen saja yang kebetulan mendekati kenyataan. Lalu bagaimana dengan Anda, masihkah berminat mencari pasangan jiwa sesuai zodiak Anda?

Sumber : www.Kapanlagi.com